Tanjung Bira, Bukan Liburan

Bismillah

Bulukumba, 14 Juli 2017

Pernah merencanakan main ke Tanjung Bira dengan suami dan belum kesampaian sampai akhirnya kantornya mengadakan sejenis forum peningkatan kinerja disana. Sebelumnya saya keukeuh enggak akan ikut, akhirnya ikut juga karena saudara masih mudik.

Kata gma*s, perjalanan kesana sekitar 4 jam. Nyatanya, berangkat pukul 9 dan tiba disana pukul 3.30an; ekstra jumatan, isi bensin, makan siang, dan ‘bongkar muatan’. Kondisi jalan kesana cukup mulus, bagus (atau itu yang saya tahu saat sadar :’) )

Pemandangan dari lobi hotel
Sebenarnya saya yang lebih muda 😀
45 X 40

Yang membuat saya penasaran di Bira adalah ulasan orang-orang tentang pasirnya yang katanya putih dan halus. Dan pasirnya memang halus. Selain itu, pantainya bersih dari sampah. Hampir setiap warung menyediakan tempat sampah.

Siluet (1)

Terhalang gunung dan enggak bisa lihat matahari terbenam.

Siluet (2)
Siluet (3)
Bersama Alkha
….dan bapaknya Alkha
Siluet (4)
Masih sepi (1)

Besoknya, pagi-pagi suami outbound dengan rekan kerjanya sementara saya turun ke pantai.

Masih sepi (2)
Kerang dan temannya
Mulai ramai
Mirip garam halus

Belum mandi 😀
Prewedding (?)
Sudah mandi 😀
Foto ala-ala

Sayangnya enggak bisa nambah menginap sehari, full booked. Lain waktu kalau sempat datang kesini lagi ingin coba banana boat atau ke pulau seberang.
__________

Cheers!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s