19. Pencitraan

Bismillah

Makassar, 17 Mei 2017

Ahad lalu belanja pekanan seperti biasa. Entah dari kapan ingin makan ikan tapi tiap ke pasar tukang ikan belum gelar lapak karena masih pagi. Ahad lalu belanjanya agak siangan. Beres belanja sesuai catatan, pulangnya lewat ke wilayah “basah”. Sudah mau pulang eh mundur lagi liat tumpukan ikan ekor kuning. Ini saya hapal nama ikannya hehe. Satu tumpuk isi 6 ekor harganya 50rb. Beli nya 3 ekor harganya 30rb, pas ditimbang di rumah 500an gr. Cukuplah buat sendiri, sang suami belum mau makan ikan.

Malamnya coba dibuat sup ikan. 1 ekor dibagi 3, termasuk kepalanya; sisiknya dikerik, jeroan & insangnya dibuang. Bumbunya cukup bawang putih, garam, gula, merica. Dagingnya lembut, enggak ada duri kecil.

Besoknya coba dibuat steak. Setelah dibersihkan, ikan difilet lalu dilumuri pakai bumbu barbeque dan didiamkan beberapa jam. Ikan dipanggang pakai teflon sampai berwarna keemasan. Karena ukurannya relatif kecil, kurang dari 10 menit sudah matang. 

Ikan ekor kuning panggang

Ikan terakhir dibuat steak juga, tapi bumbu marinasinya pakai bawang putih giling, garam, dan merica. Hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Warna tidak semenggoda yang sebelumnya, juga pas dipanggang daging ikannya berasa lebih mengkerut dan malah hancur, duh. 

Sepertinya memang sudah rejeki makan ikan selama pekan ini, agak siangnya jarang-jarang ketemu tukang ikan di depan rumah. Ikannya tinggal satu jenis pula. Ikan salem. Biasanya makan ikan salem dalam bentuk pindang goreng, sekarang ketemu utuhnya. Satu ekor harganya 30rb setelah ditawar, sudah termasuk jasa pembersihan dan pemotonan sesuai selera. Bobotnya 1kg, lebih dari cukup untuk dimakan sendiri 😂

Ikan salem

Dikarenakan steak ikan ekor kuning gagal, dipangganglah sepotong daging ikan salem tanpa dimarinasi, dibumbui garam & merica saat dipanggang. Rasa daging ikannya mirip dengan ikan cakalang, tanpa duri kecil juga. Ikan ekor kuning yang dianggap gagal pun tetap dimakan, daripada mubazir hehehe.

Ikan salem panggang

Besok-besoknya ikan salem digoreng begitu saja, sampai cukup kering. Suami yang ditawari icip tak menolak, malah suka. Mirip ikan cakalang, katanya.

fish & chips 😅

Makin kesini makin bingung ikannya mau dimasak apalagi berhubung suami belum mau makan ikan. 

Fish & chips & cucumber w/ nut sauce (duh!)

Jarang masak buat sendiri ditata seperti ini. Malas. Mending masaknya sekaligus, biar hemat tenaga juga. Tapi ini demi menjaga image di depan suami yang memutuskan untuk pulang saat jam makan siang. Agar meyakinkan suami, bahwa istrinya makan dengan benar, bukan hanya menyiapkan masakan dengan benar. (Apasih??!!)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s